Categories : Tips TOEFL

 

Apa itu TOEFL? Bagi kalangan yang belum pernah sekalipun mengikutinya atau bahkan mendengarnya, istilah tersebut pasti terdengar asing alias tidak umum. TOEFL, atau singkatan dari Test of English as a Foreign Language (atau terjemahannya, Tes Bahasa Inggris sebagai sebuah Bahasa Asing), adalah ujian bahasa Inggris untuk persyaratan kuliah dan/atau bekerja di luar negeri, terutama di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar mereka. Itulah pengertian TOEFL. Bayangkan bila Anda nekat mendaftar kuliah di luar negeri atau melamar bekerja di perusahaan asing di luar negeri tanpa persiapan matang, salah satunya dengan tes TOEFL ini. Mengingat bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang digunakan dan diakui secara internasional, mau tidak mau Anda memang harus mempelajarinya. Apa jadinya bila tidak? Ya, tidak lulus dan tidak diterima. Sesederhana itu.

Masih banyak lagi mengenai apa itu TOEFL. Seperti fakta bahwa TOEFL hanyalah satu (1) dari ragam tes bahasa Inggris yang menjadi tolak ukur atau nilai untuk kemampuan Anda dalam berbahasa Inggris untuk belajar/kuliah dan bekerja di luar negeri, Sehingga belajar TOEFL menjadi sangat penting untuk anda. Selain TOEFL, ada juga IELTS, yaitu International English Language Testing System – atau Sistem Tes Bahasa Inggris Internasional.

Jenis – Jenis TOEFL

Ada beberapa jenis TOEFL yang di keluarkan oleh ETS (English Testing Service), yaitu:

  1. PBT (Paper Based Test)
  2. TOEFL CBT (Computer Based Test)
  3. TOEFL IBT (Internet Based Test) TOEFL

apa itu toefl

Perbedaan antara ketiganya adalah sebagai berikut:

  • PBT atau Paper-Based Test (yang sekarang dihapus. Kalau pun masih ada, jarang sekali yang masih menggunakannya dan itu pun hanya untuk latihan. Secara internasional PBT tidak bisa dipakai untuk melamar kerja dan/atau kuliah di luar negeri.). Adalah jenis tes TOEFL yang berbasis pada kertas atau dengan kata lain jenis TOEFL ini menggunakan kertas sebagai sarana atau alat selama tes berlangsung. TOEFL ini baru pertama kali dikenal oleh masyarakat dunia adalah pada tahun 1964 dan sudah dijadikan salah satu bentuk tes kemampuan bahasa pada waktu itu. Setelah perkembangan zaman, secara Internasional jenis TOEFL ini sudah jarang ditemui. Namun masih ada beberapa negara yang masih menggunakan TOEFL PBT untuk menguji kemampuan bahasa Inggris, salah satu negara tersebut adalah Indonesia. Total sekitar ada 60 lembaga yang tersebar di 48 kota besar di Indonesia yang menyelenggarakan tes TOEFL PBT.

    Di Indonesia TOEFL PBT juga biasa dikenal sebagai TOEFL ITP atau Institutional Testing Program. Maksudnya adalah jenis TOEFL ini diadakan oleh sebuah lembaga atau pusat bahasa yang ada di sekolah maupun di Universitas untuk menguji kemampuan bahasa Inggris para peserta yang notabene adalah murid atau Mahasiswa dari Universitas tersebut. Disamping itu, jenis TOEFL ini hanya berlaku untuk lokal dalam hal pemanfaatannya dan cara mengikutinya.

    Pada TOEFL ITP terdapat beberapa skill atau kemampuan bahasa Inggris yang diujikan, meliputi: Listening, structure and written expression, reading. Ujian TOEFL ITP membutuhkan waktu selama 2 – 2,5 jam dengan score range 310 – 677.

  • CBT atau Computer-Based Test (yang sekarang juga sudah dihapus). Adalah jenis tes TOEFL yang berbasis pada komputer. Maksudnya adalah tes TOEFL ini menggunakan komputer sebagai sarana atau alat selama ujian berlangsung. TOEFL CBT merupakan jenis tes sebagai perkembangan dari TOEFL PBT yang pertama kali dikenal oleh masyarakat pada tahun 1998. Namun untuk saat ini TOEFL jenis ini sudah tidak diselenggarakan lagi, karena dinilai kurang valid dalam pelaksanaannya baik secara materi maupun skor yang didapat.

    Pada TOEFL CBT terdapat beberapa skill bahasa Inggris yang diujikan, diantaranya adalah Listening, reading and writing. Ujian pada TOEFL jenis ini berlangsung selama 2 – 2,5 jam. Mengenai rentang nilai pada TOEFL CBT berbeda dengan TOEFL PBT, yaitu 0 – 300.

  • IBT atau Internet-Based Test. (Nah, kalau yang ini baru bisa Anda gunakan untuk melamar kerja dan/atau kuliah di luar negeri.) Merupakan tes TOEFL yang berbasis pada Internet atau dengan kata lain selama proses ujian berlangsung, internetlah yang menjadi sebuah sarana dalam penyelenggaraannya. Disamping itu, tes jenis ini juga menggunakan komputer sebagai media. Namun, dalam tes jenis ini terdapat koneksi internet yang membedakan dengan TOEFL CBT.

    TOEFL IBT adalah jenis TOEFL terbaru yang diluncurkan oleh ETS (Educational Testing Service) sebagai sebuah tes untuk menguji kemampuan masyarakat dunia dalam berbahasa Inggris. TOEFL IBT pertama kali dikeluarkan oleh ETS pada tahun 2005, namun pertama diberlakukan di Indonesia pada tahun 2006.

    Seperti halnya jenis TOEFL lainnya, dalam TOEFL IBT jug terdapat beberapa kemampuan (skill) yang diujikan, seperti halnya: Reading, Listening, Speaking dan Writing. TOEFL IBT berlangsung 4 jam dengan rentang skor sebanyak 0 – 120.

Mengingat kita masih membahas mengenai apa itu TOEFL, ada baiknya kita segera beralih ke sesi ujian TOEFL

Reading

Pada Sesi Reading terdapat 4 – 6 teks tingkat universitas yang harus Anda baca dengan seksama, sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan pilihan ganda. Tujuannya adalah agar Anda dapat memahami teks, gagasan utama, kosakata bahasa, kesimpulan, makna dan ragam retorika.

Listening

Dalam Sesi Listening terdapat 2-3 jenis percakapan dan 4-6 jenis kuliah/ceramah yang harus Anda simak, sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan berupa pilihan ganda. Anda harus menyimak detil penting, kesimpulan, intonasi, hingga kosakata bahasa.

Speaking

Sesi ini hanya terdapat pada jenis TOEFL iBT. Anda akan berbicara melalui mikrofon. Suara Anda akan direkam untuk didengarkan oleh penilai setelah selesai. Dua pertanyaan berupa topik umum, dimana Anda harus menggambarkan hal-hal yang Anda ketahui secara umum, seperti kota tempat tinggal Anda atau guru favorit misalnya. Dua pertanyaan berikutnya berupa ringkasan informasi dari teks yang Anda baca dan percakapan yang Anda dengar yang harus Anda buat. Jangan lupa tambahkan opini Anda. Dua pertanyaan berikutnya berupa ringkasan informasi dari percakapan pendek yang Anda dengar.

Writing

Anda harus menulis dua esai pendek. Satu untuk opini Anda mengenai topik umum, seperti lebih enak tinggal dimana – kota atau desa dan mengapa? Satu lagi berupa ringkasan informasi dari teks dan ceramah/kuliah, dimana keduanya saling bersinggungan. Anda harus membandingkan dan membedakan, lalu memaparkan informasi yang berseberangan.

PERBEDAAN TOEFL IBT dan TOEFL ITP

Terdapat perbedaan skor dalam IBT dan ITP. Bagi yang ingin tahu apa itu bedanya, meski keduanya sama-sama TOEFL? Dari segi format sudah berbeda, mengingat untuk TOEFL ITP, yang akan dites adalah listening comprehension, structure & writtern expression, dan reading comprehension. Sementara itu, untuk TOEFL iBT, yang akan dites adalah reading comprehension, listening, writing, dan speaking. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Bahkan dalam TOEFL ITP ada dua level berbeda, yaitu: intermediate dan advanced bagi yang sudah lebih ahli. Sementara itu, tidak ada pembagian level pada TOEFL iBT. Sesuai fungsi dan tujuannya juga, IBT diselenggarakan di kota besar berbagai negara, termasuk dalam hal ini Jakarta. Sementara itu, TOEFL ITP hanya diselenggarakan di dalam negeri.

MANFAAT MENGIKUTI TOEFL

Sekarang apa itu manfaat TOEFL? Siapa saja yang harus mengikutinya? Tentu saja mereka yang ingin kuliah dan/atau bekerja di luar negeri, terutama negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, hingga Selandia Baru. Dengan memahami apa itu TOEFL dan manfaatnya sebelum melakukan tes, maka Anda tidak akan lagi mengeluh. Bila lulus (apalagi dengan nilai memuaskan!), sertifikat TOEFL Anda akan diakui di sebanyak 6000 institusi internasional. Kalau sudah begitu, semoga tidak ada lagi pertanyaan seperti: “Apa itu TOEFL?”, karena Anda sudah menyadari manfaatnya bagi masa depan Anda. Selamat belajar dan berusaha!



3 Responses to “Apa Itu TOEFL dan Manfaat Mengikutinya”
Read them below or add one

  1. salam, saya ingin bekerja di perusahaan asing tapi saya sama sekali tidak punya kemampuan apa-apa dibahasa asing ( khususnya bahasa inggris),….saya punya waktu 6 bulan, kira-kira apakah saya mampu minimal bisa berbahasa inggris aktif kalau saya mengikuti kursus selama 6 bulan. dan kira2 dimana saya harus ikuti kursus bahasa inggris yang benar-benar berpotensi yang bisa mengajarkan saya secara singkat tapi cepat saya pahami. ( 6 bulan kira-kira bisa g’ ya…)

  2. Ubuntu VPS says :

    Assalamualaikum, saya Annisa fresh graduate dari akademi kebidanan, saya berencana untuk kerja di arab yg pekerjanya mayoritas orang luar arab. Saya ingin belajar b ingris untuk meningkatkan toefle, speaking, wawancara. Atau belajar apapun itu untuk bekal disana. Saya punya waktu 6 bulan. Kemampuan b Ingris saya pemula dan pasif

  3. TOEFL kini menjadi standarisasi dimana-mana. Untuk bekerja di dalam negeri pun memerlukan toefl.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.

[GARANSI] Belajar Bhs Inggris Kilat 1 Bulan bisa Ngomong Tanpa Grammar 90% Praktek (KLIK_DISINI)